Sabtu, 09 Januari 2010

ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) 2010

Pelaksanaan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) 2010 mulai berlaku sejak 1 januari 2010. ACTA menggunakan prinsip perdagangan bebas, Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda. Tapi apakah industri nasional mampu bertahan dengan srbuan produk-produk Cina yang lebih murah dari produk lokal !!!


Pemerintah telah membangun kesepakatan internasional dengan cina terkait dengan area perdangan bebas antara Cina dan Negara-negara ASEAN, atau yang kita sering sebut dengan China-Asean Free Trade Aggrement (CAFTA). Kesepakatan tersebut dilakasanakan oleh Pemerintah di Bandar Seri Begawan, Brunei, pada tanggal 6 November Tahun 2001 silam. Logika kesepakatan perdagangan bebas yang dibangun dengan Cina tersebut, tidak lebih dari upaya Negara-negara maju dalam memperluas pangsa pasar produknya, yang mana disisi lain justru mematikan indsutri domestic Negara berkembang. Pemerintah ketika itu melontarkan 3 (tiga) alasan utama mengapa kesepakatan CAFTA ini diambil, yakni : Pertama, penurunan dan penghapusan tarif serta hambatan nontarif di China membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan volume dan nilai perdagangan ke negara yang penduduknya terbesar dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Kedua, penciptaan rezim investasi yang kompetitif dan terbuka membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi dari China. Dan Ketiga, peningkatan kerja sama ekonomi dalam lingkup yang lebih luas membantu Indonesia melakukan peningkatan capacity building, technology transfer,dan managerial capability.

Yang menjadi kekwatiran banyak pengusaha dalam negeri adalah Belum bebas pajak saja produk China sudah sampai ke desa-desa dan menjamur. Bisa dibayangkan kalau sudah bebas pajak, pasti akan membanjiri kita dan membuat industri dalam negeri kembang-kempis. Banyak produk cina yang sangat di kenal di dalam negeri dan cukup diminati seperti textil, mainan, perkakas, Keperluan Rumah tangga, Plastik. Barang-barang tersebut lah yang banyak digunakan oleh masyarakat kita.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia Anthony CH Sunarjo (www.mediaindonesia.com). Ia menjelaskan, dengan kemampuan yang dimiliki, China mampu memproduksi 10 juta obat. Hal serupa juga terjadi di India. Indonesia sejauh ini hanya mampu memproduksi 100 ribu obat. Kemampuan dalam mass production yang dimiliki kedua Negara tersebut kemudian berdampak pada lebih murahnya harga jual jamu yang mereka produksi. Hal tersebut dikhawatirkan akan merebut pangsa pasar dalam negeri. "Terutama akan berdampak buruk pada industri kecil menengah," ujarnya. Saat ini, ada sekitar 200 industri farmasi. Dari jumlah tersebut, terdapat 20 perusahaan yang menguasai 70% hingga 80% pasar obat dengan nilai mencapai Rp30 triliun.

Menurut Ketua Assosiasi Pengusaha Indonesia, Sofyan Wanandi, terdapat sekira 16 sektor usaha menyatakan, belum siap memasuki pasar bebas yang dijadwalkan mulai 1 Januari 2010. Sektor yang keberatan dibukanya pasar bebas ASEAN-China tersebut antara lain tekstil, baja, ban, mebel, pengolahan kakao, industri alat kesehatan, kosmetik, aluminium, elektronika, petrokimia hulu, kaca lembaran, sepatu, mesin perkakas, dan kendaraan bermotor. “Saya bertemu dengan sejumlah asosiasi, dan mereka betul-betul menyatakan kesulitan,” katanya. Bahkan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) membeberkan proyeksi bahwa pangsa pasar TPT lokal pada 2010 mulai tergerus 12% dibandingkan denga kondisi pada tahun ini dari Rp52 triliun (67%) menjadi Rp47 triliun (55%). Pada tahun ini, total penjualan TPT domestik diprediksi mencapai Rp77,612 triliun dan pada 2010 menembus Rp85,45 triliun. Menurut catatan API, sebagian besar penjualan TPT domestik didominasi produk-produk jadi seperti garmen (pakaian jadi) dan aksesori lain. Pada 2011, total nilai pasar TPT domestik yang diprediksi menembus Rp95,55 triliun justru semakin diisi produk-produk China dengan proyeksi nilai mencapai Rp52,56 triliun atau 55%, sedangkan porsi nilai penjualan TPT lokal menyusut jadi Rp43 triliun (45%). Dan pada 2014, nilai penjualan produk TPT lokal bahkan diprediksi tinggal 39% atau setara Rp39 triliun dari total penjualan TPT domestik sebesar Rp130 triliun. Artinya, produk TPT China menguasai 70% pasar lokal dengan nilai sekitar Rp91 triliun[15].

Kita berharap Industri Nasional mampu bertahan, Jika tidak, maka terjadi ancaman ribuan pengusaha industri besar dan sedang, terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal bila terjadi ketidakseimbangan neraca keuangan perusahaan akibat perdagangan bebas yang berlaku sejak 1 Januari 2010 tersebut.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan sudah ada 200 langkah antisipasi untuk menghadapi perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN-China. Salah satunya standarisasi. "Menteri perdagangan tentu mengeluarkan notifikasi ada beberapa inventaris yang bisa kita bicarakan. Ada 200-an, saya tidak bisa sebutkan satu persatu yang jelas kita melakukan sesuatu juga agar agreement ini tidak menyebabkan injury bagi industri-industri kita," ujar Hatta kepada Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (2/1).

Mudah-mudahan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah mempunyai manfaat bagi bangsa ini dan tidak menimbulkan blunder. Dengan ada-nya perdagangan bebas membuat banyak produk dapat dibeli dengan harga yang terjangkau, sehingga mampu mensejahterakan rakyat, itu impian pemerintah.

5 komentar:

Tips n Tricks mengatakan...

hmm..sepertinya sudah mulai berdampak tuh, terutama buat pengusaha yang belum siap tuk bersaing dengan produk dari china...

Spec mengatakan...

sepertinya produk Indonesia akan kena imbasnya deh...semoga bisa mengantisifasinya

Natha Lia mengatakan...

semoga Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.......Hidup Indonesia...MERDEKA....

See More My Blog

Natha Lia Blog

Download Ebook Free

Download Full Free Software

Adult Blog

hanifwahyudi mengatakan...

mari kita budayakan CINTA PRODUKSI INDONESIA dan tingkatkan kualitas produksi Indonesia hingga mempunyai daya saing global.
aku Cinta Indonesiaku.............!!

ina_chocopucino07 mengatakan...

semoga bisa memacu rasa nasionalisme ^_^

Poskan Komentar